Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mencatatkan erupsi menerus bertipe Strombolian yang berdampak hingga ke sejumlah wilayah di sekitar Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Status dan Perkembangan Aktivitas
- Tingkat Status: Berada pada Level III (Siaga).
- Karakter Erupsi: Letusan menyemburkan material vulkanik seperti abu, lontaran batu pijar, dan aliran lava. Meski sempat mengalami fase erupsi menerus hingga 25 jam, frekuensi letusan dilaporkan mulai meluruh dan cenderung menurun.
- Dampak Sebaran Abu: Hujan abu vulkanik menyebar ke beberapa daerah sekitarnya. Kondisi ini sempat mengganggu operasional penerbangan dan memicu imbauan penggunaan masker bagi warga di wilayah terdampak.
Aktivitas gunung berapi dapat menyebabkan abu vulkanik menyebar ke berbagai wilayah. Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin berarti harus mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun, bagaimana jika pekerjaan tetap harus berjalan?
Bekerja di tengah paparan abu vulkanik bukan berarti harus mengabaikan keselamatan. Justru, semakin tinggi paparan abu, semakin penting untuk menerapkan perlindungan diri dan mengurangi kontak langsung dengan abu.
Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, pekerja yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan perlu melakukan beberapa langkah pencegahan.
1. Gunakan Masker yang Sesuai
Masker merupakan perlindungan utama untuk mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan.
Jika pekerjaan mengharuskan Anda berada di luar ruangan, gunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik dan pastikan masker terpasang rapat menutupi hidung dan mulut.
Jangan hanya menggunakan masker sebagai formalitas. Pastikan tidak terdapat celah besar di sekitar wajah sehingga abu tidak mudah masuk.
2. Lindungi Mata
Abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata.
Jika harus bekerja di luar ruangan, gunakan kacamata pelindung atau kacamata yang dapat memberikan perlindungan terhadap partikel debu.
Jika abu masuk ke mata, jangan menguceknya. Segera bilas mata menggunakan air bersih. Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengucek mata ketika terkena abu vulkanik.
3. Kurangi Aktivitas di Area Terbuka
Jika pekerjaan memungkinkan, pindahkan aktivitas ke dalam ruangan atau area yang lebih terlindungi.
Usahakan untuk tidak terlalu lama berada di tempat dengan konsentrasi abu yang tinggi. Ketika kondisi memburuk atau hujan abu semakin tebal, keselamatan harus menjadi prioritas.
Kemenkes secara khusus mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan tetap berada di dalam ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak.
4. Gunakan Perlengkapan Kerja dengan Lengkap
Selain masker dan pelindung mata, gunakan pakaian yang menutupi kulit apabila pekerjaan dilakukan di area yang banyak terkena abu.
Untuk pekerjaan lapangan, perlengkapan keselamatan kerja tetap harus digunakan sesuai risiko pekerjaan masing-masing.
Jangan mengurangi perlengkapan keselamatan hanya karena ingin bekerja lebih cepat atau merasa paparan abu tidak terlalu banyak.
5. Jangan Membawa Abu ke Dalam Ruangan
Setelah selesai bekerja di luar, bersihkan diri sebelum beraktivitas di dalam rumah atau ruangan kerja.
Abu yang menempel pada pakaian, rambut, sepatu, maupun tubuh sebaiknya segera dibersihkan. Kemenkes juga menyarankan masyarakat yang terpapar abu untuk segera membersihkan tubuh dan pakaian setelah beraktivitas di luar.
6. Perhatikan Kondisi Tubuh
Jangan memaksakan diri apabila mulai mengalami keluhan seperti:
- Batuk terus-menerus
- Sesak atau sulit bernapas
- Tenggorokan terasa perih
- Mata terasa perih atau merah
- Kulit mengalami iritasi
- Pusing atau merasa tidak sehat
Jika muncul gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang semakin berat, segera hentikan aktivitas dan cari bantuan medis.
7. Perusahaan Juga Punya Peran
Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pekerja.
Perusahaan perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan sebelum meminta karyawan melakukan pekerjaan di luar ruangan. Jika memungkinkan, pekerjaan lapangan dapat ditunda, dialihkan ke dalam ruangan, atau dilakukan dengan perlindungan tambahan.
Perusahaan juga perlu menyediakan perlengkapan pelindung yang sesuai dan memberikan informasi kepada pekerja mengenai risiko paparan abu vulkanik.
Tetap Produktif, Tetapi Jangan Mengabaikan Keselamatan
Tanggung jawab pekerjaan memang penting. Namun, kesehatan dan keselamatan tetap harus menjadi prioritas.
Jika pekerjaan memang harus dilakukan di tengah kondisi abu vulkanik, lakukan dengan persiapan yang tepat: gunakan perlindungan pernapasan, lindungi mata, kurangi paparan, bersihkan diri setelah bekerja, dan selalu pantau kondisi kesehatan.
Karena bekerja dengan aman bukan berarti menghindari tanggung jawab.
Justru, menjaga diri adalah bagian dari tanggung jawab.
Tetap bekerja. Tetap produktif. Tapi jangan lupa lindungi diri.
